REMBANG, GEMADIKA.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mondoteko Mandiri, Desa Mondoteko, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, menggelar uji cita rasa (taste food) sebagai persiapan peluncuran unit usaha rumah makan pada Sabtu (25/7/2026). Rumah makan yang akan menyajikan menu bakso dan mie ayam tersebut merupakan unit usaha baru BUMDes dengan nilai investasi sekitar Rp250 juta dan dijadwalkan resmi beroperasi pada 2 Agustus 2026.
Direktur BUMDes Mondoteko Mandiri, Jumadi Sriyono, mengatakan pembangunan rumah makan tersebut memanfaatkan anggaran program ketahanan pangan yang diterima desa pada tahun ini. Selain sektor kuliner, anggaran itu juga digunakan untuk pengembangan sektor perikanan dan pertanian.
”Kebetulan baru tahun ini dapat dananya, ketahanan pangan. Kita manfaatkan untuk membangun perikanan, pertanian, sama rumah makan,” ujar Jumadi.

Menurutnya, usaha kuliner dipilih karena memiliki prospek jangka panjang dan menyasar seluruh lapisan masyarakat.
”Usaha kuliner itu tidak ada matinya. Semua lapisan masyarakat bisa menikmati. Harapannya usaha ini bisa berjalan bertahun-tahun. Laba yang diperoleh nantinya kembali menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes) Mondoteko,” katanya.
Jumadi menyebutkan, total investasi yang dialokasikan untuk pembangunan dan pengadaan fasilitas usaha mencapai sekitar Rp250 juta.
Sebelum resmi dibuka, BUMDes sengaja menggelar uji cita rasa untuk menerima masukan dari masyarakat terhadap menu yang akan disajikan.
”Insyaallah launching tanggal 2 Agustus 2026. Makanya saat ini kita tes makanan dulu. Nanti ada kritik dan saran dari masyarakat, kemudian kita benahi lagi supaya saat launching hasilnya benar-benar mantap,” jelasnya.
Pada tahap awal, pengelolaan rumah makan dilakukan sepenuhnya oleh BUMDes tanpa melibatkan investor.
”Sementara masih dikelola BUMDes. Belum ada investor yang masuk karena memang usaha ini baru dimulai,” ungkapnya.
Ke depan, BUMDes telah menyiapkan rencana pengembangan kawasan usaha. Selain menambah variasi menu seperti siomay dan seblak, BUMDes juga berencana membuka angkringan malam untuk memanfaatkan area parkir yang luas.
”Kita ingin tempat ini menjadi lokasi berkumpul masyarakat. Suasananya nyaman, parkirnya luas, sehingga cocok untuk nongkrong,” tuturnya.
Tidak hanya itu, pada 2027 Pemerintah Desa bersama BPD juga berencana membangun sekitar empat hingga lima outlet UMKM sebagai wadah bagi pelaku usaha lokal di Desa Mondoteko.
Jumadi berharap keberadaan unit usaha tersebut mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekaligus meningkatkan PADes untuk mendukung pembangunan desa.
”Yang jelas bisa memberikan pekerjaan bagi warga Mondoteko. Kemudian PADes yang dihasilkan nanti bisa membantu pembangunan desa yang belum tercover anggaran,” ujarnya.
Ia mengakui tantangan terbesar dalam pengembangan BUMDes adalah membangun kepedulian masyarakat agar turut mendukung usaha milik desa.
”Saya berharap masyarakat Mondoteko mau dan mampu mendukung BUMDes ini. Kalau ada yang memiliki modal maupun wawasan, mari ikut berkontribusi karena ini milik desa, bukan milik pribadi,” tegasnya.
Menanggapi banyaknya BUMDes di sejumlah daerah yang mengalami stagnasi, Jumadi menegaskan pihaknya telah menyiapkan strategi agar aset desa tetap produktif.
”Kita sejak awal sudah menyiapkan agar BUMDes ini terus berjalan. Kalau nanti usaha ini kurang berkembang, tempatnya tetap bisa dimanfaatkan untuk usaha lain. Yang penting aset desa tetap produktif dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(Aziz)



