JAKARTA, GEMADIKA.com — Ketua Fraksi Golkar di MPR RI Melchias Markus Mekeng meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menggunakan anggaran pendidikan dalam APBN. Menurutnya, dana pendidikan yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 harus tetap difokuskan untuk kebutuhan sektor pendidikan.

Pernyataan itu disampaikan Mekeng usai menghadiri diskusi Fraksi Golkar MPR RI di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (25/5/2026). Ia menegaskan pemerintah perlu mencari sumber pendanaan lain agar program MBG tetap berjalan tanpa mengganggu anggaran pendidikan.

“Kalau memang program MBG terus dilaksanakan, kami berharap Menteri Keuangan mencari sumber pendanaan yang lain agar program MBG tetap berjalan,” ujar Mekeng.

Baca juga :  Harkitnas ke-118: Indonesia Bangkit Hari Ini — Bukan Hari Libur, tapi Penuh Makna!

Mekeng mengatakan pihaknya juga akan melayangkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meminta agar alokasi anggaran pendidikan tidak dikurangi maupun dialihkan untuk program lain.

“Ya, mudah-mudahan surat kami bisa diterima dan ditanggapi dengan positif,” katanya.

Meski demikian, Mekeng menegaskan Fraksi Golkar tetap mendukung program MBG karena dinilai memiliki manfaat besar bagi anak-anak Indonesia. Namun, ia mengingatkan bahwa sektor pendidikan juga menghadapi banyak persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian serius.

Baca juga :  Bukan Cuma Polemik Penilaian! Anggaran LCC 4 Pilar MPR RI Rp30,7 Miliar Dibedah CBA — Ada Dugaan Penganggaran Ganda?

“Kami setuju dengan program MBG, karena manfaatnya banyak. Tapi kami juga concern terhadap pendidikan, mulai dari prasarana, guru, hingga fasilitas pendidikan lainnya,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa amanat konstitusi mengenai alokasi 20 persen APBN untuk pendidikan tidak boleh diubah atau diperluas penafsirannya.

“Kalau pendidikan itu ada murid, guru, sekolah dan fasilitas-fasilitasnya. Itu satu rangkaian yang tidak bisa diotak-atik,” tegas Mekeng.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami