JAKARTA, GEMADIKA.com – Nyeri haid atau kram menstruasi menjadi keluhan yang dialami banyak perempuan setiap bulan. Tingkat keparahannya pun beragam, mulai dari rasa tidak nyaman ringan hingga nyeri hebat yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain menggunakan kompres hangat atau obat pereda nyeri, sebagian perempuan memilih cara alami untuk membantu mengurangi keluhan tersebut, salah satunya dengan mengonsumsi teh jahe.

Lantas, benarkah teh jahe efektif membantu meredakan nyeri saat menstruasi?

Kandungan Jahe Bantu Kurangi Peradangan

Ahli gizi holistik dari New Delhi, Dr. Geetika Chopra, menjelaskan bahwa jahe mengandung senyawa bioaktif bernama gingerol yang memiliki sifat antiradang sekaligus mampu membantu meredakan nyeri.

Menurutnya, kram menstruasi umumnya dipicu oleh tingginya kadar prostaglandin, yaitu senyawa yang menyebabkan kontraksi rahim dan memicu peradangan.

“Kram menstruasi sebagian besar disebabkan oleh kelebihan prostaglandin yang memicu kontraksi rahim dan peradangan. Jahe bekerja dengan mengurangi zat-zat peradangan tersebut sehingga membantu meredakan nyeri,” jelas Dr. Chopra.

Ia menambahkan bahwa pada sebagian perempuan, efek jahe dalam mengurangi nyeri dapat sebanding dengan obat pereda nyeri ringan.

Baca juga :  Fungsi Ginjal Bisa Turun hingga 80 Persen Tanpa Gejala, Kenali 9 Tanda yang Wajib Diwaspadai

Selain itu, mengonsumsi teh jahe hangat juga membantu meningkatkan sirkulasi darah sekaligus memberikan efek relaksasi pada otot rahim.

“Teh jahe hangat juga membantu melancarkan sirkulasi darah dan memberikan efek menenangkan sehingga otot rahim menjadi lebih rileks,” ujarnya.

Dr. Chopra menyarankan konsumsi satu hingga dua cangkir teh jahe hangat setiap hari selama masa menstruasi untuk membantu mengurangi keluhan nyeri.

Nyeri Haid Berat Tetap Perlu Penanganan Medis

Meski teh jahe dapat menjadi alternatif alami, nyeri haid yang sangat berat atau terus berulang tetap memerlukan pemeriksaan oleh tenaga medis.

Berdasarkan informasi dari Mayo Clinic, obat pereda nyeri yang dijual bebas dapat membantu mengurangi kram apabila dikonsumsi sejak awal menstruasi atau ketika gejala mulai muncul.

Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat memberikan terapi kontrasepsi hormonal untuk mengurangi intensitas kram menstruasi dengan cara menekan proses ovulasi.

Sementara itu, apabila nyeri haid disebabkan oleh penyakit tertentu seperti endometriosis atau fibroid rahim, dokter dapat mempertimbangkan tindakan medis sesuai penyebab yang mendasarinya.

Karena itu, perempuan yang mengalami nyeri haid berat, semakin memburuk, atau disertai gejala lain dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter agar memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.

Baca juga :  Golden Period Jadi Penentu Keselamatan Pasien Stroke dan Serangan Jantung, Dokter Ingatkan Jangan Tunda ke Rumah Sakit

Jahe Punya Banyak Manfaat, tetapi Jangan Berlebihan

Selain membantu mengurangi nyeri haid, jahe juga diketahui memiliki berbagai manfaat kesehatan lainnya.

Berdasarkan Johns Hopkins Medicine, jahe dapat membantu meredakan mual, termasuk mual akibat kemoterapi maupun morning sickness pada ibu hamil, mengurangi perut kembung, serta berpotensi membantu mengurangi peradangan pada penderita rheumatoid arthritis dan gangguan saluran pernapasan.

Meski demikian, konsumsi jahe dalam jumlah berlebihan tetap perlu dihindari.

Dosis tinggi jahe berpotensi meningkatkan risiko perdarahan, terutama pada orang yang mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin atau aspirin.

Selain itu, sejumlah penelitian juga masih terus mengkaji pengaruh konsumsi jahe dalam jumlah besar terhadap kadar gula darah dan sensitivitas insulin.

Karena itu, konsumsi teh jahe sebaiknya tetap dilakukan dalam jumlah yang wajar dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Dilasnir dari Kompascom.

Untuk Informasi dan Kerja Sama, Klik Banner atau Hubungi Kami

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami