DELI SERDANG, GEMADIKA.com – Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025, Ketua Lembaga Independen Peduli Aset Negara Sumatera Utara (LSM LIPAN Sumut), Pantas Tarigan, M.Si menyampaikan seruan tegas terhadap seluruh elemen bangsa: korupsi adalah musuh terbesar peradaban, dan harus diperangi tanpa kompromi.
Menurut Pantas Tarigan, tema HAKORDIA tahun ini, “Satukan Aksi Basmi Korupsi”, sangat relevan dengan situasi Indonesia yang masih dibayangi praktik korupsi di berbagai lini. “Peringatan ini bukan sekadar seremonial. Ini momentum untuk menggugah kesadaran publik bahwa korupsi merusak sendi-sendi kehidupan, mulai dari individu, masyarakat, hingga negara,” tegasnya.
Pantas menyoroti kondisi Sumatera Utara yang selama bertahun-tahun tak lepas dari rentetan kasus korupsi yang menjerat berbagai pihak, mulai dari kepala desa, kepala sekolah, kepala dinas, hingga bupati, wali kota, anggota DPRD, bahkan gubernur. “Serangkaian penangkapan itu menunjukkan bahwa praktik korupsi masih terjadi dari tingkat desa hingga provinsi,” ujarnya.
LSM LIPAN Sumut, lanjut Pantas, berkomitmen penuh untuk terus memantau dan melaporkan setiap dugaan penyelewengan yang merugikan negara. “Jika ada praktik korupsi, akan kami laporkan. Bahkan jika aparat penegak hukum bermain-main dengan hukum, itu pun akan kami tindak lanjuti,” tegas Pantas.
Ia menegaskan bahwa LIPAN Sumut selama ini telah banyak melaporkan oknum pejabat maupun kepala desa, termasuk kasus Kepala Desa Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, yang akhirnya berujung ke jeruji besi. “Masih banyak laporan masyarakat yang sedang dalam proses. Komitmen kami tetap sama: membela kepentingan publik dan menjaga aset negara,” tutup Pantas Tarigan, aktivis 98 yang dikenal vokal dalam isu pemberantasan korupsi. (W.Ardiansyah)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan