REMBANG, GEMADIKA.com – Love Cafe & Karaoke yang berdiri “berdampingan” dengan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Mondoteko, Kabupaten Rembang, menuai perhatian. Pengelola kafe mengaku awalnya mengira bangunan di samping lokasi usahanya hanyalah rumah biasa, sebelum mengetahui bahwa tempat tersebut merupakan gereja yang sudah berdiri sejak 2004.

‎Konfirmasi kepada pihak pengelola dilakukan wartawan melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 9 Mei 2026. Dalam percakapan tersebut, pengelola tidak bersedia disebutkan identitas maupun jabatannya dalam pengelolaan kafe.

‎”Awalnya saya mau usaha di situ tak kira rumah biasa karena dulu belum seperti itu. Setelah semua siap baru tahu kalau itu gereja keluarga,” tulisnya.

‎Meski demikian, pihak kafe menyebut selama ini hubungan dengan gereja berjalan baik karena sama-sama mengedepankan toleransi.

‎”Dari dulu baik-baik saja karena saya sama gereja sama-sama toleransi. Kalau ada kegiatan, saya tutup,” lanjutnya.

‎Terkait suara musik karaoke, pengelola mengklaim telah memasang peredam suara agar aktivitas di dalam kafe tidak terlalu terdengar keluar.

‎”Kan sudah ada peredam,” ujarnya singkat.

‎Saat disinggung terkait kelengkapan perizinan usaha, pengelola hanya menyebut izin yang dimiliki “sudah seperti cafe karaoke yang lain”.

‎Namun ketika wartawan kembali menanyakan lebih rinci mengenai izin lingkungan seperti SPPL atau UKL-UPL serta Persetujuan Teknis (Pertek), pihak pengelola tidak memberikan balasan lanjutan hingga berita ini ditulis.

‎‎Sementara itu, Pendeta Yehezkiel Sugimen saat diwawancarai wartawan pada Minggu, 3 Mei 2026, menjelaskan bahwa gereja tersebut sudah berdiri jauh sebelum kafe beroperasi.

‎‎”Kalau gereja di sini mulai tahun 2004,” kata Pendeta Yehezkiel.

‎‎Ia mengaku gangguan utama yang dirasakan selama ini bukan keributan, melainkan dentuman suara bass dari dalam kafe yang terkadang masih terdengar hingga area gereja.

‎‎”Sekalipun sudah dikasih peredam, kadang masih terdengar suara bass dang-dung-dang-dung itu,” ujarnya.

‎‎Meski begitu, ia menegaskan selama ini tidak pernah terjadi konflik langsung antara pihak gereja dengan pengelola kafe karena keduanya memilih menjaga komunikasi dan saling menghormati.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami