JAKARTA,GEMADIKA.com – Kualitas udara di Jakarta pada Rabu (17/6/2026) pagi terpantau berada pada kategori tidak sehat. Berdasarkan data dari platform pemantau kualitas udara IQAir, indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) Jakarta mencapai angka 162 pada pukul 06.00 WIB.
Selain itu, konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat sebesar 71,0 mikrogram per meter kubik, atau sekitar 14,2 kali lipat di atas ambang batas tahunan yang direkomendasikan oleh World Health Organization.
PM2.5 dan Risiko Kesehatan
Partikel PM2.5 merupakan partikel sangat kecil dengan diameter kurang dari 2,5 mikron, bahkan hanya sekitar 1/25 dari diameter rambut manusia. Karena ukurannya yang sangat halus, partikel ini mudah terhirup dan masuk ke dalam sistem pernapasan hingga aliran darah.
Paparan PM2.5 dalam kadar tinggi dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit pernapasan dan jantung.
Dampak PM2.5 pada Tubuh
- Sistem Pernapasan dan Paru-paru
PM2.5 dapat memicu peradangan saluran napas, memperparah asma dan alergi, serta meningkatkan risiko penyakit paru kronis hingga kanker paru-paru. - Otak
Partikel ini dapat masuk ke sistem saraf dan memicu peradangan otak, meningkatkan risiko gangguan neurologis seperti Alzheimer dan Parkinson. - Jantung
Paparan jangka panjang dapat meningkatkan risiko pembekuan darah dan penyumbatan pembuluh darah yang berujung pada penyakit jantung. - Kulit
Partikel halus dapat masuk melalui pori-pori, menyebabkan iritasi, memperparah eksim, hingga mempercepat penuaan dini. - Mata
PM2.5 dapat merusak lapisan pelindung mata, memicu iritasi, mata kering, hingga gangguan penglihatan.
Gejala umum yang muncul akibat paparan polusi ini antara lain batuk, pilek, bersin, iritasi hidung, sesak napas, mata merah, serta kulit gatal dan ruam.
Imbauan untuk Masyarakat
Menyikapi kondisi ini, masyarakat diimbau untuk:
Mengurangi aktivitas di luar ruangan
Menggunakan masker saat beraktivitas di luar
Menutup jendela rumah untuk mencegah masuknya udara kotor
Menggunakan air purifier di dalam ruangan
Berdasarkan data IQAir, kualitas udara Jakarta pada pagi ini termasuk yang terburuk di dunia. Kota Lahore di Pakistan menempati peringkat pertama dengan AQI 244, disusul Santiago, Chili (165), dan Kinshasa, Kongo (158).
Dilansir dari Detikhelt.



