JAKARTA, GEMADIKA.com – Memiliki lebih dari satu rekening bank kini menjadi hal yang lumrah di tengah berkembangnya layanan perbankan digital dan dompet elektronik (e-wallet). Banyak orang sengaja memisahkan rekening untuk menerima gaji, menabung, kebutuhan harian, dana darurat, hingga investasi agar arus keuangan lebih mudah dipantau.
Kemudahan membuka rekening secara daring juga membuat tren ini semakin meningkat. Seseorang kini dapat memiliki kombinasi rekening dari bank konvensional, bank digital, hingga e-wallet dengan fungsi yang berbeda-beda.
Namun, apakah memiliki banyak rekening benar-benar membuat pengelolaan keuangan menjadi lebih rapi sekaligus melatih disiplin finansial?
Membantu Mengatur Keuangan
Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE), Andi Nugroho, mengatakan memisahkan uang ke dalam beberapa rekening pada dasarnya merupakan salah satu cara untuk menata manajemen keuangan.
“Memisah-misahkan uang ke dalam beberapa rekening merupakan upaya kita untuk merapikan manajemen keuangan kita. Apakah hal tersebut menjadi alat yang sangat efektif untuk melatih kedisiplinan kita, tentunya akan kembali lagi ke pribadi masing-masing,” kata Andi.
Menurutnya, efektivitas metode tersebut sangat bergantung pada karakter masing-masing individu. Tidak semua orang membutuhkan banyak rekening untuk tetap disiplin, sementara sebagian lainnya merasa lebih mudah mengontrol pengeluaran dengan sistem yang terpisah.
Pendapat serupa disampaikan Perencana Keuangan Oneshildt, Budi Rahardjo. Ia menilai konsep memiliki beberapa rekening mirip dengan metode amplop yang selama ini dikenal dalam pengelolaan keuangan rumah tangga.
“Sebenarnya cara memisah-misah rekening ini tidak jauh berbeda dengan cara membuat amplop-amplop terpisah untuk berbagai pengeluaran dalam pengelolaan pengeluaran,” ujar Budi.
Menurutnya, pemisahan rekening membantu memastikan setiap dana digunakan sesuai tujuan yang telah direncanakan sehingga seseorang lebih mudah memantau pemasukan, pengeluaran, serta perkembangan tabungan.
Waspadai Biaya Tambahan
Meski demikian, memiliki banyak rekening juga memiliki konsekuensi berupa biaya administrasi maupun biaya transfer apabila rekening tersebar di beberapa bank berbeda.
Andi menjelaskan, risiko pengeluaran tambahan akan lebih kecil apabila seluruh rekening berada dalam satu bank yang sama.
“Bila semuanya rekening berada dalam satu payung bank yang sama, jawabannya tidak. Namun bila rekeningnya berada di beberapa bank yang berbeda, jawabannya sangat mungkin,” ujarnya.
Sementara itu, Budi menyarankan agar jumlah rekening tidak terlalu banyak sehingga biaya administrasi tetap terkendali.
Menurutnya, dua hingga tiga rekening umumnya sudah cukup untuk memisahkan kebutuhan bulanan, dana darurat, serta tabungan atau tujuan keuangan lainnya.
Sesuaikan dengan Kebutuhan
Andi menegaskan tidak ada aturan baku mengenai jumlah rekening yang ideal. Semuanya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan masing-masing orang.
Seseorang yang sudah disiplin mengelola keuangan bahkan dapat menggunakan satu rekening tanpa mengalami kendala. Sebaliknya, bagi yang khawatir dana tabungan akan terpakai untuk kebutuhan sehari-hari, rekening terpisah bisa menjadi solusi.
Ia mencontohkan seorang karyawan yang juga memiliki usaha sampingan. Dalam kondisi tersebut, pemisahan rekening untuk gaji, operasional bisnis, tabungan, dan kebutuhan harian akan memudahkan pencatatan keuangan.
Budi pun menyarankan agar masyarakat tidak membuka terlalu banyak rekening tanpa tujuan yang jelas.
“Sesuaikan dengan kebutuhan rencana penggunaannya saja. Bisa antara dua sampai tiga, dan maksimal empat rekening untuk tujuan jangka pendek lainnya,” katanya.
Dengan pengelolaan yang tepat, memiliki beberapa rekening dapat membantu menjaga disiplin finansial dan memudahkan pencapaian tujuan keuangan. Namun, tanpa perencanaan yang baik, banyak rekening justru berpotensi menambah biaya dan membuat pengelolaan keuangan menjadi kurang efisien.
Dilasnir dari CNNindonesia.



