JAKARTA, GEMADIKA.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa es abadi di Puncak Jaya, Papua, yang terus mencair akibat pemanasan global dipastikan tidak akan terbentuk kembali. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa gletser tropis tersebut akan hilang sepenuhnya pada akhir 2026 atau awal 2027.

Peneliti Astronomi BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa meningkatnya suhu global menjadi penyebab utama hilangnya es abadi di kawasan pegunungan tertinggi Indonesia itu.

“Kalau es menghilang di Puncak Jaya tidak mungkin lagi kembali karena temperatur global terus meningkat, jadi makin panas,” kata Thomas, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, pencairan gletser bukan hanya terjadi di Papua, melainkan juga di berbagai wilayah dunia sebagai dampak perubahan iklim.

“Es abadi di Puncak Jaya Papua juga terdampak pemanasan global sehingga lapisan es terus mencair dan makin berkurang luas serta ketebalannya,” ujarnya.

Luas Es Menyusut Drastis

Berdasarkan data BMKG, luas gletser tropis di Pegunungan Jayawijaya mengalami penyusutan yang sangat signifikan.

Pada 1988, luas es masih mencapai 4,3 kilometer persegi. Namun hingga September 2025, luasnya tinggal sekitar 0,09 kilometer persegi.

Ketebalan es juga terus menurun. Pada 2010, ketebalannya tercatat sekitar 32 meter. Sementara pada 2016, laju penipisan mencapai sekitar 2,5 meter per tahun.

Hasil pemantauan pada 2023 menunjukkan ketebalan es yang tersisa hanya sekitar 4 meter, dan pemantauan terbaru mengindikasikan sebagian besar lapisan es telah mencair.

Dipengaruhi Perubahan Iklim dan El Nino

BMKG menjelaskan bahwa hilangnya es abadi di Puncak Jaya dipicu oleh kombinasi perubahan iklim global dan fenomena El Nino yang menyebabkan suhu udara meningkat serta kondisi cuaca menjadi lebih kering.

Banyak peneliti memperkirakan gletser tropis terakhir di Indonesia itu hanya memiliki waktu beberapa bulan sebelum benar-benar menghilang.

Dampaknya terhadap Lingkungan

Prof. Thomas menjelaskan bahwa secara global pencairan gletser berkontribusi terhadap kenaikan permukaan air laut. Namun, untuk wilayah lokal di sekitar Puncak Jaya, dampaknya tidak berlangsung secara drastis karena proses pencairan terjadi sedikit demi sedikit.

Meski demikian, hilangnya es abadi di Papua menjadi salah satu indikator nyata dampak perubahan iklim terhadap kawasan tropis yang sebelumnya mampu mempertahankan lapisan es selama ribuan tahun.

Dilansir dari Detiknews.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami